Translate

Selasa, 08 April 2014

HTML

HTML or HyperText Markup Language is the standard markup language used to create web pages.
HTML is written in the form of HTML elements consisting of tags enclosed in angle brackets (like <html>). HTML tags most commonly come in pairs like <h1> and </h1>, although some tags represent empty elements and so are unpaired, for example <img>. The first tag in a pair is the start tag, and the second tag is the end tag (they are also called opening tags and closing tags). Though not always necessary, it is best practice to append a slash to tags which are not paired with a closing tag.
  1. The purpose of a web browser is to read HTML documents and compose them into visible or audible web pages. The browser does not display the HTML tags, but uses the tags to interpret the content of the page. HTML describes the structure of a websitesemantically along with cues for presentation, making it a markup language rather than a programming language.
HTML elements form the building blocks of all websites. HTML allows images and objects to be embedded and can be used to createinteractive forms. It provides a means to create structured documents by denoting structural semantics for text such as headings, paragraphs, lists, links, quotes and other items. It can embed scripts written in languages such as JavaScript which affect the behavior of HTML web pages.
Web browsers can also refer to Cascading Style Sheets (CSS) to define the look and layout of text and other material. The W3C, maintainer of both the HTML and the CSS standards, encourages the use of CSS over explicit presentational HTML.[1]

PENGENALAN WEB PROGRAMMING

Mungkin para blogger yang sudah ahli pasti bertanya-tanya kapan kami menyajikan tutorial tentang web designer. Seperti artikel sebelumnya yaitu tentang search enginehanya membahas tentang jenis-jenis search engine. Sekarang ini sudah banyak blog-blog yang menyajikan Tutorial-tutorial yang siap pakai atau istilah dalam hal makanan yaitu hidangan yang siap santap, dimana makanan tersebut sudah diolah dan tinggal dimakan.
Dengan hidangan yang siap santap itu pengunjung hanya tinggal makan tidak tahu cara mengolahnya dan apa saja bahan dasarnya. Hal ini akan membuat kita mengalami kemunduran kreatifitas dalam berkarya, karena hack yang  sudah ada tinggal dipasang dan dibongkar, tanpa memahami prinsip dasar dari hack tersebut. Penulis dalam pendirian blog ini berkomitmen untuk berbagi ilmu sebatas yang penulis ketahui untuk segala kalangan baik bagi pemula, menengah ataupun mahiruntuk bersama-sama belajar dan saling memberi masukan antara sesama komunitas blogger indonesia.
Baiklah sekarang kita masuk Apakah yang dimaksud dengan Web Programming ?. Secara garis besar Programming adalah adalah proses menulis, mencoba, memeriksa dan memperbaiki (debug), serta memelihara kode untuk membuat sebuah program komputer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman. Tujuan dari pemrograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau proses sesuai dengan keinginan si pemrogram (Sumber :wikipedia). Jadi Secara singkat untuk Web programming adalah proses pembuatan program yang outputnya disajikan oleh Web Browser. Kami belum akan menjelaskan web programming secara detail dimada ada program berupa server side ataupun client side. Untuk lebih jelas jenis-jenis dan perkembangan dari Web programming hal ini bisa dibaca pada web development.
Untuk artikel ini kita belum masuk kedalam bahasa apa yang akan digunakan dalam web programming tetapi bagaimana memahami logika dasar dari pemrograman. contoh berikut ini :
x = x + 1
x = x + 1
Kita perhatikan dulu baris persamaan di atas dan jawablah pertanyaan berikut :
  1. Apakah fungsi di atas  sama ?
  2. Apakah nilai x di atas sama ?
Jawaban :
  1. Fungsi di atas adalah sama yaitu x = x + 1
  2. Walaupun dua fungsi di atas sama tetapi nilai x yang dihasilkan dalam pemrograman adalah berbeda.
Mari kami jelaskan tentang jawaban kedua, kenapa nilai x bisa berbeda berikut penjelasannya :
di awal apabila belum di definisikan suatu variabel biasanya 0 (kami masih belum membahas jenis bahasa pemrograman di sini)
jadi x = x + 1 karena x awal adalah 0 maka x = 0 + 1 maka nilai x adalah 1
setelah proses di atas maka nilai x adalah 1, berikutnya kita masuk ke fungsi kedua
x = x + 1 karena x sudah mempunyi nilai 1 maka x = 1 + 1 maka nilai x berikutnya menghasilkan 2
Saya cukupkan contoh sederhana di atas, mari kita fahami benar-benar sebelum menginjak bahasan yang lebih rumit lagi.
Semoga pembahasan berikut bermanfaat bagi kita semua.

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa InggrisInformation and Communication TechnologiesICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasiTeknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat kerasmaupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.


Sejarah[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon olehAlexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronikpertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi 'otak' perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasiperangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimediamendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti 'otot' manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) 'otak' manusia.